Kamis, 08 Januari 2009

doa

Teriakan anak perempuan itu terdengar lemah dan syahdu. bahasanya arab memang dan tak terlalu kumengerti. cuma, aku mengingat benar kata-kata yang pernah terucap enam tahun lalu itu "..abi..umi.." dan satu kalimat terjemahan yang enggan benar keluar dari ingatanku "malulah kalian, malulah kalian yang membiarkan saudaramu hidup seperti ini?"..aku menangis..

sekarang dia muncul lagi di sebuah tayangan stasiun televisi. cuma lagi-lagi, aku dan miliaran muslim sedunia cuma bisa bersedih, mengurut dada sambil merapal doa. 
Palestina, berjuang solo melawan negara berkekuatan nuklir. sendiri dan sepi. Tuhan akan menemani yakinku, pintaku. Tuhan akan membalas kesetiaan itu, kesetiaan kepada Nya, kepada negerinya, kepada para pahlawannya.

para penjajah itu akan menerima buah dari benih yang mereka tanam. ruh para pejuang Aqsa menyebar ke penjuru bumi memenuhi dada para manusia yang kini cuma bisa menahan amarah. akan tiba saatnya kalian bertekuk lutut mencium tanah, terhina.

Tidak ada komentar: