Selasa, 30 Desember 2008

tentara


seorang pemateri hari ini berbicara tentang pemimpin. menurutnya, negeri kita tercinta saat ini sudah terlalu lupa akan arti padanan kata imam itu. kultur pun mati. orang-orang berebut cuma ingin menjadi makmum. kalaupun imam, dia adalah imam yang tidak mulai dari awal, tetapi dari makmum yang kebetulan ada di belakang imam. dia kecewa, frustasi, jengah. mungkin karena dia praktisi sehingga merasa pantas untuk kecewa. pemimpin negeri ini sudah terlalu lembek. tidak punya izzah. harta negara dijual,digadaikan.  integritas adalah utopia. mulut terlalu busuk dengan janji, sumpah dan kosong. 
jadilah dia seorang fatalis. .. ia menafikkan pemilu, menghinakan demokrasi, dan bertindak golput. karena menurutnya, jika golput naik ke singgasana, maka akan terjadi revolusi sehingga menaikkan militer sebagai pengganti menurutnya, itulah solusi. ketika tentara yang memegang kekuasaan maka warga bisa didisiplinkan, bisa dikader menjadi pemimpin. ia beralasan.. tentara adalah anak bangsa yang punya sistem kaderisasi paling mumpuni. mereka cerdas, tangkas, dan loyal. suatu hal yang jarang dimiliki oleh kaum sipil..
well..aku mendesah, bingung harus bilang apa..ternyata, kharisma juga bisa mematikan mulutku yang berbisa..setelah berjalan sejenak menenangkan pikiran, otakku yang lamban ini berujar..tentara? bukankah mereka lebih terbiasa menggunakan senjata daripada menggunakan otak?lihatlah sejarah bung. betapa Jenderal Soeharto membunuh setengah juta kader PKI dan simpatisannya, membunuh orang-orang Talangsari di Lampung sana, membunuh muslim Tanjung Periuk, membunuh orang Aceh, papua, timor-timur..kerjanya kan satu..membunuh..karena mereka memang dilatih untuk bertempur,dibayar untuk berperang. kalau mereka menjadi pemimpin negara, kasihan rakyat yang lemah tanpa senjata. karena..sederhana saja persoalan sebenarnya.. orang yang terbiasa memegang senjata sementara orang lain tidak, cenderung merasa kuat, orang merasa kuat cenderung merasa sombong sementara orang sombong cenderung menjadi tiran..babat sini,babat sana, tanpa pertimbangan..katanya,"banyak tentara yang sudah mendapatkan pencerahan." Ok, tapi ini tentang masalah kultur, kultur untuk memegang senjata, kultur merasa lebih kuat dari orang biasa yang akan melahirkan manusia-manusia baru yang berjuluk feodalisme. 

aku pun berdoa ringkas : "semoga tentara tetap di barak mereka.."


Tidak ada komentar: