Selasa, 04 Maret 2008

cita

aku menciumi dia, harum dan baunya.. sehirup demi hirup
aku menjejaki dia, selangkah demi selangkah
aku mendaki dia hingga puncak, hingga tak ada lagi yang bisa dikeluarkan.
pikir, ucap, dan laku menjadi sebuah melodi, instrumen perjalanan
idealis atau pragmatis, aku yang membuat keputusan.
cita, dengarlah gaungku! aku kan datang, membopongmu hingga haribaan.
demi Tuhan dan manusia... aku akan datang. sungguh, aku akan datang.

Tidak ada komentar: